Oleh : Pdt Dinson Hutabalian STh, disampaikan saat ibadah raya di
GPI Namorambe 6 Agustus 2015
Mengapa aku harus meninggalkan pekerjaan, dan apa tujuanku
datang beribadah ke gereja. Inilah yang menjadi topic kita hari ini.
Ada lima hal yang menjadi alasan kita datang bergereja atau
beribadah pada hari Minggu. Saya juga mengerti dan mempercayai bahwa saudara
punya alasan, bergereja, saya meneguhkan alasan saudara dan mempertajam tujuan
saudara bergereja.
Kita datang bergereja yang pertama adalah karena kita harus
mentaati firman Tuhan yang tertulis kitap keluaran 20:8-11, (8) ingatlahdan kuduskanlah hari Sabat: (9)
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10)
tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan
sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau
hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang
ditempat kediamanmu. (11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan
bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah
sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Pelajaran tentang
hukum sabat ini, saya percaya kita sudah mendapatkannya sejak anak-anak baik di
sekolah minggu maupun lewat orangtua kita. Seperti yang saya katakana, saya
menegaskan kembali memperkuat ingatan saudara tentang alasan kita datang
bergereja. Seperti disampaikan firman ini, bahwa sesungguhnya orang Kristen,
tidak bisa beralasan untuk tidak datang bergereja pada hari Minggu yaitu hari
Sabat Tuhan, kenapa? karena Allah sendiri mengungkapkan kebenaran firmannya Dia
Allah yang maha kuasa, dia melaksanakan aktivitas sebagai Allah dalam hal
mencipta hanya enam hari, dan pad ahari ketujuh hari Sabat Dia berhenti dari
pekerjaannya.
Oleh sebab itu, alasan kita untuk datang bergereje kepada
Tuhan karena kita Tunduk kepada Firman Tuhan. Itulah alasan yang kuat, itulah
motivasi kita. Kita harus rela meninggalkan pekerjaan kita, meninggalkan segala
sesuatu di rumah. Kita harus rela meninggalkan kesenangan-kesenangan duniawi
hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Karena jelas kata Firman ini kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari
lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari
ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;
Saudara yang terkasih, saya mempelajari dan meneliti, bukan
saja untuk menyenangkan hati Tuhan tetapi secara biologis pun tubuh kita ini
butuh istirahat. Jangan bekerja terus, karena tidak pernah istirahat, maka umur
akan pendek. Manusia harus memiliki tiga hal dalam hidupnya di dunia ini, yang
pertama manusia harus memiliki keyakinan dengan kata lain dia harus memiliki
Tuhan, supaya hidupnya memiliki makna, yang kedua manusia harus memiliki
pekerjaan supaya manusia itu berguna atau manfaat, dan yang terakhir manusia
itu harus memiliki hiburan supaya hidupnya tidak stress.
Di dalam persekutuan yang kita lakukan saat bergereja pun,
sebenarnya sudah merasakan apa yang kita butuhkan dalam hidup. Kita sudah
bekerja selama enam hari untuk memenuhi segala sesuatu yang dibutuhkan dalam
kehidupanmu, kita sudah dihibur oleh firman Tuhan, pujian dan musik sehingga
boleh saya katakan bahwa orang yang tidak datang bergereja pada hari minggu
akan merasa kerugian yang berlipat kali ganda. Sekalipun engkau berpikir,
ketika saya bekerja pada hari Minggu akan mendapatkan gaji yang lebih banyak.
Tapi saya katakana kepada saudara, itu akan jatuh kepada keranjang yang bocor.
Kedua, alasan untuk bergereja adalah untuk pertumbuhan
rohani. Dengan kita beribadah, kita mendengar firman Tuhan. Kita buka dalam 1 Petrus 2:2, Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan
air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh
keselamatan. Apa kata firman tuhan disit?
supaya bertumbuh secara rohani. Kalau ada dalam hatimu, di TV pun ada
nya ibadah, adanya kotbah paling enak ada Steven Hong, ada Jakob Nahuwai, ada
yang lain sebagainya. Betul. Tapi kamu tidak akan mengalami pertumbuhan rohani
disana. Jadi alasan yang kedua kenapa kita harus bergereja, supaya kamu
mendapat pertumbuhan secara rohani.
Ibu-ibu yang paling memahami ini, bagaimana merawat seorang
bayi. Dimana bayi yang tidak diberikan susu maka pertumbuhannya akan kerdil,
maka kalau orang tidak datang bergereja akan mengalami kerdil rohani. Dia tidak
akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya, sebab orang yang rohaninya
bertumbuh akan dipenuhi dengan akal budinya. Tetapi ketia saudara dan saya
datang beribadah, maka kita mengalami eprtumbuhan secara rohani. Mampu
menghadapi tantangan hidup ini sebagaimana pun itu.
Kita harus datang bergereja, mungkin kamu berkata, bagaimana
dengan ibadah malam? Itukan tidak diharuskan? Kenapa harus dilakukan dalam
sekali seminggu? Pertanyaanmu betul, pertanyaanmu tidak salah. Yang kurang
tepat ketika engkau tidak datang. sebab gereja sudah membuat aturan seperti
itu, supaya engkau mengalami pertumbuhan rohani, baik engkau para anak-anak
muda terlebih kita orang tua.
Jika kita beribadah, maka kita akan mendengarkan firman
Tuhan, karena iman timbul dari pendengaran, pendengaran firman Kristus. Roma
10:17, darimanakah iman itu timbul? Dari pendengaran akan firman Kristus.
Saya mau katakana kepada saudara, bagaimana kita untuk
datang beribadah kepada Tuhan? Harus benar-benar engkau mempersiapkan dirimu.
Sama ketika engkau hendak menantikan sesuatu, katakana menantikan tamu atau
orang istimewa yang engkau rindukan pasti dengan persiapan. Demikian dengan
hari minggu. Kalau engkau mau hari Minggu itu adalah hari beribadah, usahakan
jangan menyuci pakaian pada hari minggu, kecuali minggu malamnya. Kadang karena
kesibukan, kita menggunakan waktu yang sangat singkat untuk melakukan sesuatu
hal lain, sehingga beribadah terlambat. Apakah itu salah? Saya katakana itu
salah.
Ibadah itu adalah sesuatu yang penting dalam hidupmu, itu
sebabnya mulai pada saat ini, mari kita memperbaharui, mari kita memperbaiki
sikap kita dalam beribadah.
Saya berfikir, bagaimanakah sikap orang yang mengikut Tuhan
belakangan ini? Apakah orang-orang ini beribadah kepada Tuhan tidak dengan hati
yang sungguh-sungguh, atau hanya sekedar yang namanya beragama. Padahal firman
tuhan berkata alasan kita bergereja adalah untuk mengalami pertumbuhan rohani.
Kalau kau tidak mengalami pertumbuhan rohani, saudara tidak akan mampu
menghadapi godaan dan cobaan yang ada dalam kehidupanmu. Sedangkan menteri
agama jatuh, jangankan kita.
Alasan yang ketiga, Roma 15:5-7, Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan,
mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan bapa Tuhan
kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti
Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Rasul Paulus
menuliskan firman Tuhan ini kepada jemaat di Roma, karena jemaat di Roma
berbeda pandangan mengenai kekristenan, karena orang Kristen di Roma ini
terdiri daripada orang yang berlatar belakang agama Yunani dan juga agama
yahudi. Sehingga timbul pemikiran menurut agama Yahudi, bahwa mereka lebih
tinggi dari orang Kristen yang lain, karena mereka sudah lama mengenal hukum taurat. Bahkan orang Kristen yahuni beranggapan
bahwa, walaupun ada orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus melakukan
hukum taurat secara murni. Karena patokan kepercayaan kita adalah keselamatan,
untuk itulah perlu meneruskan firman Tuhan kepada orang Roma dan juga kepada
kita, supaya melalui persekutuan ibadah kita akan terjadi ikatan persaudaraan
di dalam Kasih Tuhan.
Kalau tidak ada kerukunan, atau tidak meningkat rasa
persaudaraan kita, maka tidak ada artinya peribadatan yang kita lakukan. Saya
perhatikan, kalau ada saudaramu yang sakit, hanya beberapa orang yang datang.
Dimana rasa persaudaraan kita? Ada undangan untuk melakukanpenghiburan kepada
keluarga saudara kita yang terlebih dahulu dipanggil Tuhan, tidak juga datang.
dimana ikatan persaudaraan kita itu? Itu sebabnya, mengapa kita perlu
bergereja, kita meminta kita pada hari inij supaya melalui bergereja terjadi
peningkatan rasa persaudaraan, seperasaan, sehati dan sepikir, karena dalam
Firman Tuhan berkata, semoga Allah yang adalah sumber ketekunan, penghiburan
mengaruniakan kerukunan kepadamu. Apa yang dirasakan seorag jemaat dapat
dirasakan jemaat yang lain. Bahkan Rasul Paulus mengatakan juga, orang yang
berkecukupan wajib hukumnya menolong saudaranya yang berkekurangan atau yang
lemah.
Kalau berkebetulan ada uang yang banyak engkau punya, harus
engkau pikirkan kemana dan kepada siapa saya kasih uang ini. Lihat, kalau
engkau yang kuat imannya wajib bagimu untuk emmperkuat orang yang imannya
lemah.
Sebab dikatakan Firman Tuhan di sini Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan,
mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan bapa Tuhan
kita, Yesus Kristus . jadi Tuhan ikut berkehandak bahwa alasan kita
bergereja adalah untuk meningkatkan kerukunan kita, bertambah suka cita kita.
Jangan saling membiarkan.
Saya tidak akan bosan mengingatkan saudara, datanglah
beribadah. Sebentar lagi Natal, jangan kita nanti disebut Kristal, Kristen
natal. Gereja penuh saat akan natal saja, selain itu melompong.
Sebab itu, bahwa karena kehendak Yesus Kristuslah Engkau
datang beribadah. Apabila oleh karena kehendakmu, apabila karena keinginanmu,
kurang sempurna. Karena keinginan manusia dengan kehendak Tuhan sangat berbeda.
Kehendak Kristus,melalui saudara datang bergereja maka terjadilah persaudaraan
yang rukun antara engkau, saya dan saudara.
Di Mazmur 133, ada rahasia yang terkandung ajaib. Bagaimana
Tuhan terdorong untuk membuka tingkap-tingkap langit untuk mencurahkan
berkatnya berlimpah-limpah bagi setiap orang yang rukun dalam persaudaraan.
Persaudaraan yang rukun. Nyanyian ziarah
Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila sudar-saudara diam
bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke
janggut, yang meleleh ke janggut Harun dank e leher jubahnya. Seperti embun
gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN
memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya.
Kalau boleh kita ubah menjadi “Sebab kesinilah”, maka ‘Seperti
embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sinilah
TUHAN memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya’. Ke dalam hatimu, keluargamu dan gerejamu.
Sebab ada berkat yang luar biasa disediakan Tuhan bagi saya dan saudara, Tuhan
melimpahkan berkat-berkat itu bagi kita.
Ada lagi yang aneh, datang bergereja tapi pikirannya entah
kemana. Badannya duduk di gereja, pikirannya entah kemana-mana. Ada lagi yang
lebih aneh, datang bergereja tapi mulutnya tidak bernyanyi bagi tuhan.
Oleh sebab itu, alasan yang ketiga adalah untuk meningkatkan
kerukunan persaudaraan. sehingga dengan
satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan bapa Tuhan kita, Yesus
Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga
telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Untuk boleh saling menerima ini
butuh perjuangan, karena belum tentu sifat sayng satu sama dengan sifat yang
lain. Karakter yang satu dengan karakter yang lain. Bagaimana caranya? Harus didasari
atas kasih dari Yesus Kristus untuk mengasihi orang lain. Jangan mengatakan,
harus yang baiklah menjadi saudaraku, seperti apa sudah kebaikanmu? Harus yang
bukan berdosa saudaraku, bagaimana rupanya dirimu, apa tidak berdosa? Oleh
sebab itu kata Firman Tuhan terimalah satu dengan yang lain sama seperti Allah
…
Beginilah keprihatinan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma
ketika itu, mereka tidak memperdulikan ini. Maka dikatakan, jika saudara ingin
menjalin hubungan persaudaraan harus atas dasar kasih dari Yesus Kristus.
Yang keempat, untuk melatih kita dalam ibadah dan ketekunan.
Firman Tuhan ini disampaikan Rasul Paulus kepada Timoteus sehubungan dengan
pelayanan Timoteus dengan orang-orang yang ditempat yang berbeda. Dikatakan
disini, peribadatan itu adalah untuk melatih kita dalam ibadah dan ketekunan, 1
Timoteus 4:6-8, Dengan selalu
mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi
seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdirik dalam soal-soal pokok iman
kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. Tetapi jauhilah
takhayul dan dongong nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani
terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung
janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
Kita datang beribadah adalah untuk melatih diri kita, karena
tidak ada satu orang pun yang sempurna dan langsung dewasa. Tetapi kita harus
membiasakan dirikita belajar secara terus menerus, sampai engkau mengalami
ekdewasaan. Rasul Paulus mengingatkan Timoteus, latihlah dirimu beribadah.
Maksudnya disitu bukan hanya Timoteus, tapi Timoteus menyampaikan firman Tuhan
itu kepada orang-orang yang dia layani. Karena tidak mungkin engkau langsung
dewasa, tanpa kita rutin melakukan ibadah. Melatih diri kita mencapai
kesempurnaan penuh.
Jelas sekali firman Tuhan mengingatkan bahwa latihan ibadah
itu mengandung janji, janji untuk hidup sekarang maupun yang akan datang.
makanya dikatakan dalam bahasa batak, pahombar-hombar dirimu tu hadaulaton asa
daulat ho. Jangan engkau menjauhkan diri dari ibadah seperti yang telah
dilakukan orang lain, tetapi beridahlah kepada Tuhan, dan harus dilakukan
dengan rutin. Karena apa? Karena mengandung janji. Janji apa? Janji untuk hidup
yang kekal. Kalau sudah keluargamu terbiasa beribadah kepada Tuhan, maka Tuhan
menjamin bahwa keluargamu menjadi keluarga yang harmonis.
Timoteus ketika mendapat Firman yang dituliskan Rasul Paulus
ini, hatinya begitu tersentuh dan dia melayani Tuhan. Timoteus itu dipakai
Tuhan sejak usia belia, sehingga pada umur 26 tahun dipercayakan untuk
menggembalakan gereja yang besar. Efesus, Korintus, Kolose, dan sebagainya.
Kenapa, karena dia sudah mengenal pokok-pokok iman.
Jadi kalau engkau mengikuti ibadah selama ini, engkau akan
terdidik dalam pokok-pokok iman. Sehingga engkau tidak saja diajar, melainkan
menjadi pengajar. Ada peningkatan di sana. Yesus mengharapkan engkau bukan saja
menjadi pendengar melainkan juga menjadi pengajar-pengajar bagi orang lain. Itu
harapan Tuhan, karena latihan ibadah itu perlu dilatih.
Terkadang seolah-olah gereja itu hanya tempat belanja
rohani, saat ada pesta, ada sakit penyakit, maka datanglah bergereja agar
gereja melayani. Itu bukan jemaat yang baik. Ibadah itu mengandung janji, hidup
yang sekarang dan yang akan datang. apa hidup yang sekarang, engkau sudah
mengalaminya. Untuk pesta, pakaian, tempat tinggal, kebutuhan anak, dan lain
sebagainya. Itu akan dicukupkan Tuhan melalui kehadiranmu, kesetiaanmu
beribadah kepada Tuhan. Jangan cari alasan untuk tidak beribadah.
Jangan kalau pemerintah mengumumkan bahwa masyarakat akan
mendapat bantuan sebesar Rp 1,5 juta per orang dan diminta untuk hadir
pukul tujuh. Jangankan pukul tujuh, jam
empatpun kita akan hadir disitu. Betul tidak? Tetapi kalau bergereja, dikatakan
masuk jam sepuluh, ya sudahlah jam tengah sebelas saja kita datang. baiknya
Tuhan itu. Sering kita memperalat kebaikan Tuhan terus. Banyak sekali alasan.
Asalan yang kelima adalah untuk mengucap syukur kepada
Tuhan. Dengan cara bagimana engkau mengucap syukur kepada Tuhan? Dalam Ulangan
16:16b, Janganlah ia menghadap hadirat
Tuhan dengan tangan hampa. Bahwa ibadha itu menjadi sarana bagi kita untuk
memberikan persembahan kepada Tuhan. Dan kita tidak boleh datang bergereja
dengan tangan hampa.
Kalau hampa tangan kita datang ke Tuhan, maka hampa juga
akan kembali. Tidak persoalan ukuran atau besaran. Itu sebabnya setiap
persekutuan ibadah, selalu dipungut persembahan kita ini. Supaya gereja itu
dapat berjalan dengan baik. Sebagai contoh, Gereja Pentakosta Indonesia wilayah
Medan akan melakukan ibadah kebangkitan rohani selama dua hari. Dan mengundang
Ephorus MH Siburian, sehingga dibutuhkan biaya dan disyaratkan agar setiap
sidang menyerahkan bantuan dana. Dan gereja ini diminta Rp700 ribu. Dari mana
uang ini jika bukan dari persembahan. Itulah salah satu fungsi persembahan itu.
Kalau bagi Tuhan, saya boleh katakana kepada Saudara, Tuhan
tidak mementingkan apa yang saudara persembahkan itu. Dia kaya, segala sesuatu
Dia punya. Apa yang kita lakukan ini adlaah untuk kebaikan kita bersama. Itu
sebabnya Tuhan mengatakan jangan datang kepada Tuhan dengan tangan hampa.
Di Mazmur 4:6, Persembahkanlah
korban yang benar dan percayalah kepada Tuhan. Sedikit atau banyak, kita
harus percaya bahwa Tuhan akan melipat gandakan itu untuk kebutuhan kita.
Terlebih melihat kondisi fisik gereja. Saya bersyukur kepada Tuhan, bahwa
jemaat disini adalah orang-orang yang mau berkorban kepada Tuhan. Saudara sudah
memahami, gereja kita mulai dari nol. Saya melihat selama ini, saudara selama
ini suka memberi kepada Tuhan. Jika kita suka memberikan kepada Tuhan, maka
Tuhan akan memberikan berlipat-lipat ganda kepada kita.
Itulah alasan yang kelima, untuk membawa ucapan syukur
kepada Tuhan. Apakah mungkin kita berikan persembahan berupa uang kepada Tuhan
dengan mengacungkannya ke angkasa sana? Tentu ada sarana, saya kagum saudara
terkasih, ketika saya pergi ke Panti Asuhan di Johor sana, saya melihat buku
tamunya. Prof Dr Jabbar Siddik MA, padahal panti asuhan itu adalah milik
Katolik, tetapi daftar penyumbang dari Muslim pun banyak. Saya kagum, luar
biasa orang ini. Dia mau memberi kepada Tuhan. Firman Tuhan mengatakan,
persembahkanlah persembahan yang benar.
Amsal 3:9-10, Muliakanlah
Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama
dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh
sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah
anggurnya. Saya ingat waktu masih kecil, saat panen raya maka akan
dipanggil para hamba Tuhan untuk mendoakan hasil panen. Dengan demikian,
seilaturahmi juga akan terjadi dengan demikian. Dulu, tidak ada istilah
kelaparan meski panen padi sekali dalam satu tahun.
Perhatikan firman Tuhan, maka
lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana
pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Saya berfikir bahkan
seperti ini, secara khusus untuk kaum ibu. Ketika ibu mau menanak beras, maka
ambil segenggam dari bagian yang akan di masak dan simpan dalam satu tempat
tertentu. Lakukanlah itu setiap hendak memasak. Maka akan terkumpul, dan kita
bawa ke gereja untuk kita sumbangkan ke panti asuhan. Sederhana, namun cukup
bermakna. Demikian juga dengan kaum bapak, ketika duduk di kedai kopi,
sisihkanlah sebagian dari uang kopimu untuk persembahan mu. Demikian juga
halnya dengan mereka yang masih merokok, ambillah persepuluhanmu dari jumlah
uang yang engkau belanjakan untuk rokok itu.
Bisa juga diperuntukkan untuk menolong sudaramu di gereja
ini. Jika ada yang membutuhkan, lihat dan berikan itu. Puji Tuhan…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar