Minggu, 25 Januari 2015

Jawaban Tuhan Terhadap Kerinduan



                 Kerinduan seorang hamba Tuhan yaitu Bpk St. M Sirait yang berdomisili di Jalan pasar IV namorambe  agar GPI membuka pos pelayanan di tempat tersebut. Sejak pindah dari Provinsi Riau ke Namorambe, hamba Tuhan ini selalu berdoa bersama dengan istri karena mereka percaya seperti janji Tuhan dalam kitab Jakobus 5: 15, Doa yang lahir dari iman, sangat besar kuasanya.
Pos PI GPI Namorambe tahun 2006. (foto/dok)
             Di pihak yang lain, seorang Pelayan Tuhan yaitu Bpk Gr. D. Hutabalian yang melayani di GPI Sidang Jl Cemara telah menyiapkan dirinya agar Tuhan mengutus kemanapun Tuhan mau.
Pada bulan Juni 2006, Tuhan Jesus Kristus mempertemukan kedua hamba Tuhan tersebut melalui Pdt. JW. Manurung, MTh (alm). Dalam pertemuan tersebut, dibuatlah kesepakatan supaya segera dibentuk Pos PI di Namorambe. Kemudian pada 27 Juni 2006, diresmikanlah Pelayanan GPI Namorambe oleh Bpk Pdt. Drs. JW. Panjaitan selaku Pengurus (koordinator) Wilayah Kota Medan sekitarnya.
Dengan dihadiri enam kepala keluarga, ditambah empat orang yaitu,
            Bpk Pdt. D. Hutabalian
            Bpk Gr. M . Sirait
            Bpk       Siringoringo
            Bpk  W Butarbutar
            Bpk A Simangunsong
Ibadah Mingguan pada tahun 2009, di Pos PI GPI di Namorambe. (foto:dok)
                  Awal mula kebaktian ibadah dilakukan dengan bersahaja. Tapi masih hanya dengan beralaskan tikar namun tidak mengurangi arti ibadah, yaitu pertemuan Tuhan dengan umat-NYA dan pertemuan itu Tuhan Yesus Kristus hadir dalam suasana roh kudus-Nya serta memberkati umat-Nya.
Demikianlah gereja terus menjalani pertumbuhan, hingga sekarang ini GPI Namorambe telah memiliki Gedung Gereja sendiri, serja jemaat berjumlah 25 kepala keluarga.
Moto Gereja :
Tegar mekar, walaupun Sukar.
                 Ketegaran adalah bagian dari iman percaya. Sebab iman (emunah, ibr) memiliki tiga pengertian yaitu, tegar, tekun, dan taat. Tuhan Jesus bersabda dalam amanat Agung: Aku akan menyertai engkau sampai pada akhir zaman.

                 Di dalam pelayanan gereja pentakosta Indonesia, banyak mengalami persoalan dan pergumulan. Tapi sesuai dengan firman Tuhan, kita harus tetap tegar dalam menghadapi itu. Karena kita tahu Tuhan Yesus Kristus memberikan kemenangan kepada kita.
                 Janji itulah yang selalu memberikan semangat dalam pelayanan. Sehingga GPI Namorambe tetap kuat sekalipun banyak pergumulan.
Hamba Tuhan Pdt. D Hutabalian, STh, St A Simangunsong, St B Sianturi, St M Sirait tahun 2009. (foto:dok)

            Seperti sejarah gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul justru dalam aniaya, gereja itu bertumbuh. Demikian juga di dalam sejarah GPI Sidang Namorambe, justru di dalam pergumulannya dan kesulitan, persoalan, rintangan membuat gereja itu semakin tumbuh secara sehat.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar