Kerinduan
seorang hamba Tuhan yaitu Bpk St. M Sirait yang berdomisili di Jalan pasar IV
namorambe agar GPI membuka pos pelayanan
di tempat tersebut. Sejak pindah dari Provinsi Riau ke Namorambe, hamba Tuhan
ini selalu berdoa bersama dengan istri karena mereka percaya seperti janji
Tuhan dalam kitab Jakobus 5: 15, Doa yang lahir dari iman, sangat besar
kuasanya.
![]() |
Pos PI GPI Namorambe tahun 2006. (foto/dok) |
Pada
bulan Juni 2006, Tuhan Jesus Kristus mempertemukan kedua hamba Tuhan tersebut
melalui Pdt. JW. Manurung, MTh (alm). Dalam pertemuan tersebut, dibuatlah
kesepakatan supaya segera dibentuk Pos PI di Namorambe. Kemudian pada 27 Juni
2006, diresmikanlah Pelayanan GPI Namorambe oleh Bpk Pdt. Drs. JW. Panjaitan
selaku Pengurus (koordinator) Wilayah Kota Medan sekitarnya.
Dengan
dihadiri enam kepala keluarga, ditambah empat orang yaitu,
Bpk Pdt. D. Hutabalian
Bpk Gr. M . Sirait
Bpk Siringoringo
Bpk
W Butarbutar
Bpk A Simangunsong
![]() |
Ibadah Mingguan pada tahun 2009, di Pos PI GPI di Namorambe. (foto:dok) |
Demikianlah
gereja terus menjalani pertumbuhan, hingga sekarang ini GPI Namorambe telah
memiliki Gedung Gereja sendiri, serja jemaat berjumlah 25 kepala keluarga.
Moto Gereja :
Tegar mekar, walaupun Sukar.
Ketegaran adalah bagian dari iman percaya. Sebab
iman (emunah, ibr) memiliki tiga
pengertian yaitu, tegar, tekun, dan taat. Tuhan Jesus bersabda dalam amanat
Agung: Aku akan menyertai engkau sampai pada akhir zaman.
Di dalam pelayanan gereja pentakosta Indonesia,
banyak mengalami persoalan dan pergumulan. Tapi sesuai dengan firman Tuhan, kita
harus tetap tegar dalam menghadapi itu. Karena kita tahu Tuhan Yesus Kristus
memberikan kemenangan kepada kita.
Janji itulah yang selalu memberikan semangat dalam
pelayanan. Sehingga GPI Namorambe tetap kuat sekalipun banyak pergumulan.
![]() |
Hamba Tuhan Pdt. D Hutabalian, STh, St A Simangunsong, St B Sianturi, St M Sirait tahun 2009. (foto:dok) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar