Senin, 07 September 2015

Mengapa Kamu Harus Beribadah Pada Hari Minggu?

Oleh : Pdt Dinson Hutabalian STh, disampaikan saat ibadah raya di GPI Namorambe 6 Agustus 2015

Mengapa aku harus meninggalkan pekerjaan, dan apa tujuanku datang beribadah ke gereja. Inilah yang menjadi topic kita hari ini.

Ada lima hal yang menjadi alasan kita datang bergereja atau beribadah pada hari Minggu. Saya juga mengerti dan mempercayai bahwa saudara punya alasan, bergereja, saya meneguhkan alasan saudara dan mempertajam tujuan saudara bergereja.

Kita datang bergereja yang pertama adalah karena kita harus mentaati firman Tuhan yang tertulis kitap keluaran 20:8-11, (8) ingatlahdan kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang ditempat kediamanmu. (11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Pelajaran tentang hukum sabat ini, saya percaya kita sudah mendapatkannya sejak anak-anak baik di sekolah minggu maupun lewat orangtua kita. Seperti yang saya katakana, saya menegaskan kembali memperkuat ingatan saudara tentang alasan kita datang bergereja. Seperti disampaikan firman ini, bahwa sesungguhnya orang Kristen, tidak bisa beralasan untuk tidak datang bergereja pada hari Minggu yaitu hari Sabat Tuhan, kenapa? karena Allah sendiri mengungkapkan kebenaran firmannya Dia Allah yang maha kuasa, dia melaksanakan aktivitas sebagai Allah dalam hal mencipta hanya enam hari, dan pad ahari ketujuh hari Sabat Dia berhenti dari pekerjaannya.

Oleh sebab itu, alasan kita untuk datang bergereje kepada Tuhan karena kita Tunduk kepada Firman Tuhan. Itulah alasan yang kuat, itulah motivasi kita. Kita harus rela meninggalkan pekerjaan kita, meninggalkan segala sesuatu di rumah. Kita harus rela meninggalkan kesenangan-kesenangan duniawi hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Karena jelas kata Firman ini kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;

Saudara yang terkasih, saya mempelajari dan meneliti, bukan saja untuk menyenangkan hati Tuhan tetapi secara biologis pun tubuh kita ini butuh istirahat. Jangan bekerja terus, karena tidak pernah istirahat, maka umur akan pendek. Manusia harus memiliki tiga hal dalam hidupnya di dunia ini, yang pertama manusia harus memiliki keyakinan dengan kata lain dia harus memiliki Tuhan, supaya hidupnya memiliki makna, yang kedua manusia harus memiliki pekerjaan supaya manusia itu berguna atau manfaat, dan yang terakhir manusia itu harus memiliki hiburan supaya hidupnya tidak stress.

Di dalam persekutuan yang kita lakukan saat bergereja pun, sebenarnya sudah merasakan apa yang kita butuhkan dalam hidup. Kita sudah bekerja selama enam hari untuk memenuhi segala sesuatu yang dibutuhkan dalam kehidupanmu, kita sudah dihibur oleh firman Tuhan, pujian dan musik sehingga boleh saya katakan bahwa orang yang tidak datang bergereja pada hari minggu akan merasa kerugian yang berlipat kali ganda. Sekalipun engkau berpikir, ketika saya bekerja pada hari Minggu akan mendapatkan gaji yang lebih banyak. Tapi saya katakana kepada saudara, itu akan jatuh kepada keranjang yang bocor.

Kedua, alasan untuk bergereja adalah untuk pertumbuhan rohani. Dengan kita beribadah, kita mendengar firman Tuhan. Kita buka dalam 1 Petrus 2:2, Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan. Apa kata firman tuhan disit?  supaya bertumbuh secara rohani. Kalau ada dalam hatimu, di TV pun ada nya ibadah, adanya kotbah paling enak ada Steven Hong, ada Jakob Nahuwai, ada yang lain sebagainya. Betul. Tapi kamu tidak akan mengalami pertumbuhan rohani disana. Jadi alasan yang kedua kenapa kita harus bergereja, supaya kamu mendapat pertumbuhan secara rohani.

Ibu-ibu yang paling memahami ini, bagaimana merawat seorang bayi. Dimana bayi yang tidak diberikan susu maka pertumbuhannya akan kerdil, maka kalau orang tidak datang bergereja akan mengalami kerdil rohani. Dia tidak akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya, sebab orang yang rohaninya bertumbuh akan dipenuhi dengan akal budinya. Tetapi ketia saudara dan saya datang beribadah, maka kita mengalami eprtumbuhan secara rohani. Mampu menghadapi tantangan hidup ini sebagaimana pun itu.

Kita harus datang bergereja, mungkin kamu berkata, bagaimana dengan ibadah malam? Itukan tidak diharuskan? Kenapa harus dilakukan dalam sekali seminggu? Pertanyaanmu betul, pertanyaanmu tidak salah. Yang kurang tepat ketika engkau tidak datang. sebab gereja sudah membuat aturan seperti itu, supaya engkau mengalami pertumbuhan rohani, baik engkau para anak-anak muda terlebih kita orang tua.

Jika kita beribadah, maka kita akan mendengarkan firman Tuhan, karena iman timbul dari pendengaran, pendengaran firman Kristus. Roma 10:17, darimanakah iman itu timbul? Dari pendengaran akan firman Kristus.

Saya mau katakana kepada saudara, bagaimana kita untuk datang beribadah kepada Tuhan? Harus benar-benar engkau mempersiapkan dirimu. Sama ketika engkau hendak menantikan sesuatu, katakana menantikan tamu atau orang istimewa yang engkau rindukan pasti dengan persiapan. Demikian dengan hari minggu. Kalau engkau mau hari Minggu itu adalah hari beribadah, usahakan jangan menyuci pakaian pada hari minggu, kecuali minggu malamnya. Kadang karena kesibukan, kita menggunakan waktu yang sangat singkat untuk melakukan sesuatu hal lain, sehingga beribadah terlambat. Apakah itu salah? Saya katakana itu salah.

Ibadah itu adalah sesuatu yang penting dalam hidupmu, itu sebabnya mulai pada saat ini, mari kita memperbaharui, mari kita memperbaiki sikap kita dalam beribadah.

Saya berfikir, bagaimanakah sikap orang yang mengikut Tuhan belakangan ini? Apakah orang-orang ini beribadah kepada Tuhan tidak dengan hati yang sungguh-sungguh, atau hanya sekedar yang namanya beragama. Padahal firman tuhan berkata alasan kita bergereja adalah untuk mengalami pertumbuhan rohani. Kalau kau tidak mengalami pertumbuhan rohani, saudara tidak akan mampu menghadapi godaan dan cobaan yang ada dalam kehidupanmu. Sedangkan menteri agama jatuh, jangankan kita.

Alasan yang ketiga, Roma 15:5-7, Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Rasul Paulus menuliskan firman Tuhan ini kepada jemaat di Roma, karena jemaat di Roma berbeda pandangan mengenai kekristenan, karena orang Kristen di Roma ini terdiri daripada orang yang berlatar belakang agama Yunani dan juga agama yahudi. Sehingga timbul pemikiran menurut agama Yahudi, bahwa mereka lebih tinggi dari orang Kristen yang lain, karena mereka sudah lama mengenal hukum taurat.  Bahkan orang Kristen yahuni beranggapan bahwa, walaupun ada orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus melakukan hukum taurat secara murni. Karena patokan kepercayaan kita adalah keselamatan, untuk itulah perlu meneruskan firman Tuhan kepada orang Roma dan juga kepada kita, supaya melalui persekutuan ibadah kita akan terjadi ikatan persaudaraan di dalam Kasih Tuhan.

Kalau tidak ada kerukunan, atau tidak meningkat rasa persaudaraan kita, maka tidak ada artinya peribadatan yang kita lakukan. Saya perhatikan, kalau ada saudaramu yang sakit, hanya beberapa orang yang datang. Dimana rasa persaudaraan kita? Ada undangan untuk melakukanpenghiburan kepada keluarga saudara kita yang terlebih dahulu dipanggil Tuhan, tidak juga datang. dimana ikatan persaudaraan kita itu? Itu sebabnya, mengapa kita perlu bergereja, kita meminta kita pada hari inij supaya melalui bergereja terjadi peningkatan rasa persaudaraan, seperasaan, sehati dan sepikir, karena dalam Firman Tuhan berkata, semoga Allah yang adalah sumber ketekunan, penghiburan mengaruniakan kerukunan kepadamu. Apa yang dirasakan seorag jemaat dapat dirasakan jemaat yang lain. Bahkan Rasul Paulus mengatakan juga, orang yang berkecukupan wajib hukumnya menolong saudaranya yang berkekurangan atau yang lemah.

Kalau berkebetulan ada uang yang banyak engkau punya, harus engkau pikirkan kemana dan kepada siapa saya kasih uang ini. Lihat, kalau engkau yang kuat imannya wajib bagimu untuk emmperkuat orang yang imannya lemah.

Sebab dikatakan Firman Tuhan di sini Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan bapa Tuhan kita, Yesus Kristus . jadi Tuhan ikut berkehandak bahwa alasan kita bergereja adalah untuk meningkatkan kerukunan kita, bertambah suka cita kita. Jangan saling membiarkan.

Saya tidak akan bosan mengingatkan saudara, datanglah beribadah. Sebentar lagi Natal, jangan kita nanti disebut Kristal, Kristen natal. Gereja penuh saat akan natal saja, selain itu melompong.
Sebab itu, bahwa karena kehendak Yesus Kristuslah Engkau datang beribadah. Apabila oleh karena kehendakmu, apabila karena keinginanmu, kurang sempurna. Karena keinginan manusia dengan kehendak Tuhan sangat berbeda. Kehendak Kristus,melalui saudara datang bergereja maka terjadilah persaudaraan yang rukun antara engkau, saya dan saudara.

Di Mazmur 133, ada rahasia yang terkandung ajaib. Bagaimana Tuhan terdorong untuk membuka tingkap-tingkap langit untuk mencurahkan berkatnya berlimpah-limpah bagi setiap orang yang rukun dalam persaudaraan. Persaudaraan yang rukun. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila sudar-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dank e leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya.

Kalau boleh kita ubah menjadi “Sebab kesinilah”, maka ‘Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sinilah TUHAN memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya’.  Ke dalam hatimu, keluargamu dan gerejamu. Sebab ada berkat yang luar biasa disediakan Tuhan bagi saya dan saudara, Tuhan melimpahkan berkat-berkat itu bagi kita.

Ada lagi yang aneh, datang bergereja tapi pikirannya entah kemana. Badannya duduk di gereja, pikirannya entah kemana-mana. Ada lagi yang lebih aneh, datang bergereja tapi mulutnya tidak bernyanyi bagi tuhan.

Oleh sebab itu, alasan yang ketiga adalah untuk meningkatkan kerukunan persaudaraan. sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Untuk boleh saling menerima ini butuh perjuangan, karena belum tentu sifat sayng satu sama dengan sifat yang lain. Karakter yang satu dengan karakter yang lain. Bagaimana caranya? Harus didasari atas kasih dari Yesus Kristus untuk mengasihi orang lain. Jangan mengatakan, harus yang baiklah menjadi saudaraku, seperti apa sudah kebaikanmu? Harus yang bukan berdosa saudaraku, bagaimana rupanya dirimu, apa tidak berdosa? Oleh sebab itu kata Firman Tuhan terimalah satu dengan yang lain sama seperti Allah …

Beginilah keprihatinan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma ketika itu, mereka tidak memperdulikan ini. Maka dikatakan, jika saudara ingin menjalin hubungan persaudaraan harus atas dasar kasih dari Yesus Kristus.

Yang keempat, untuk melatih kita dalam ibadah dan ketekunan. Firman Tuhan ini disampaikan Rasul Paulus kepada Timoteus sehubungan dengan pelayanan Timoteus dengan orang-orang yang ditempat yang berbeda. Dikatakan disini, peribadatan itu adalah untuk melatih kita dalam ibadah dan ketekunan, 1 Timoteus 4:6-8, Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdirik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. Tetapi jauhilah takhayul dan dongong nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Kita datang beribadah adalah untuk melatih diri kita, karena tidak ada satu orang pun yang sempurna dan langsung dewasa. Tetapi kita harus membiasakan dirikita belajar secara terus menerus, sampai engkau mengalami ekdewasaan. Rasul Paulus mengingatkan Timoteus, latihlah dirimu beribadah. Maksudnya disitu bukan hanya Timoteus, tapi Timoteus menyampaikan firman Tuhan itu kepada orang-orang yang dia layani. Karena tidak mungkin engkau langsung dewasa, tanpa kita rutin melakukan ibadah. Melatih diri kita mencapai kesempurnaan penuh.

Jelas sekali firman Tuhan mengingatkan bahwa latihan ibadah itu mengandung janji, janji untuk hidup sekarang maupun yang akan datang. makanya dikatakan dalam bahasa batak, pahombar-hombar dirimu tu hadaulaton asa daulat ho. Jangan engkau menjauhkan diri dari ibadah seperti yang telah dilakukan orang lain, tetapi beridahlah kepada Tuhan, dan harus dilakukan dengan rutin. Karena apa? Karena mengandung janji. Janji apa? Janji untuk hidup yang kekal. Kalau sudah keluargamu terbiasa beribadah kepada Tuhan, maka Tuhan menjamin bahwa keluargamu menjadi keluarga yang harmonis.

Timoteus ketika mendapat Firman yang dituliskan Rasul Paulus ini, hatinya begitu tersentuh dan dia melayani Tuhan. Timoteus itu dipakai Tuhan sejak usia belia, sehingga pada umur 26 tahun dipercayakan untuk menggembalakan gereja yang besar. Efesus, Korintus, Kolose, dan sebagainya. Kenapa, karena dia sudah mengenal pokok-pokok iman.

Jadi kalau engkau mengikuti ibadah selama ini, engkau akan terdidik dalam pokok-pokok iman. Sehingga engkau tidak saja diajar, melainkan menjadi pengajar. Ada peningkatan di sana. Yesus mengharapkan engkau bukan saja menjadi pendengar melainkan juga menjadi pengajar-pengajar bagi orang lain. Itu harapan Tuhan, karena latihan ibadah itu perlu dilatih.

Terkadang seolah-olah gereja itu hanya tempat belanja rohani, saat ada pesta, ada sakit penyakit, maka datanglah bergereja agar gereja melayani. Itu bukan jemaat yang baik. Ibadah itu mengandung janji, hidup yang sekarang dan yang akan datang. apa hidup yang sekarang, engkau sudah mengalaminya. Untuk pesta, pakaian, tempat tinggal, kebutuhan anak, dan lain sebagainya. Itu akan dicukupkan Tuhan melalui kehadiranmu, kesetiaanmu beribadah kepada Tuhan. Jangan cari alasan untuk tidak beribadah.

Jangan kalau pemerintah mengumumkan bahwa masyarakat akan mendapat bantuan sebesar Rp 1,5 juta per orang dan diminta untuk hadir pukul  tujuh. Jangankan pukul tujuh, jam empatpun kita akan hadir disitu. Betul tidak? Tetapi kalau bergereja, dikatakan masuk jam sepuluh, ya sudahlah jam tengah sebelas saja kita datang. baiknya Tuhan itu. Sering kita memperalat kebaikan Tuhan terus. Banyak sekali alasan.

Asalan yang kelima adalah untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Dengan cara bagimana engkau mengucap syukur kepada Tuhan? Dalam Ulangan 16:16b, Janganlah ia menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa. Bahwa ibadha itu menjadi sarana bagi kita untuk memberikan persembahan kepada Tuhan. Dan kita tidak boleh datang bergereja dengan tangan hampa.

Kalau hampa tangan kita datang ke Tuhan, maka hampa juga akan kembali. Tidak persoalan ukuran atau besaran. Itu sebabnya setiap persekutuan ibadah, selalu dipungut persembahan kita ini. Supaya gereja itu dapat berjalan dengan baik. Sebagai contoh, Gereja Pentakosta Indonesia wilayah Medan akan melakukan ibadah kebangkitan rohani selama dua hari. Dan mengundang Ephorus MH Siburian, sehingga dibutuhkan biaya dan disyaratkan agar setiap sidang menyerahkan bantuan dana. Dan gereja ini diminta Rp700 ribu. Dari mana uang ini jika bukan dari persembahan. Itulah salah satu fungsi persembahan itu.

Kalau bagi Tuhan, saya boleh katakana kepada Saudara, Tuhan tidak mementingkan apa yang saudara persembahkan itu. Dia kaya, segala sesuatu Dia punya. Apa yang kita lakukan ini adlaah untuk kebaikan kita bersama. Itu sebabnya Tuhan mengatakan jangan datang kepada Tuhan dengan tangan  hampa.

Di Mazmur 4:6, Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada Tuhan. Sedikit atau banyak, kita harus percaya bahwa Tuhan akan melipat gandakan itu untuk kebutuhan kita. Terlebih melihat kondisi fisik gereja. Saya bersyukur kepada Tuhan, bahwa jemaat disini adalah orang-orang yang mau berkorban kepada Tuhan. Saudara sudah memahami, gereja kita mulai dari nol. Saya melihat selama ini, saudara selama ini suka memberi kepada Tuhan. Jika kita suka memberikan kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikan berlipat-lipat ganda kepada kita.

Itulah alasan yang kelima, untuk membawa ucapan syukur kepada Tuhan. Apakah mungkin kita berikan persembahan berupa uang kepada Tuhan dengan mengacungkannya ke angkasa sana? Tentu ada sarana, saya kagum saudara terkasih, ketika saya pergi ke Panti Asuhan di Johor sana, saya melihat buku tamunya. Prof Dr Jabbar Siddik MA, padahal panti asuhan itu adalah milik Katolik, tetapi daftar penyumbang dari Muslim pun banyak. Saya kagum, luar biasa orang ini. Dia mau memberi kepada Tuhan. Firman Tuhan mengatakan, persembahkanlah persembahan yang benar.

Amsal 3:9-10, Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama  dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Saya ingat waktu masih kecil, saat panen raya maka akan dipanggil para hamba Tuhan untuk mendoakan hasil panen. Dengan demikian, seilaturahmi juga akan terjadi dengan demikian. Dulu, tidak ada istilah kelaparan meski panen padi sekali dalam satu tahun.

Perhatikan firman Tuhan, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Saya berfikir bahkan seperti ini, secara khusus untuk kaum ibu. Ketika ibu mau menanak beras, maka ambil segenggam dari bagian yang akan di masak dan simpan dalam satu tempat tertentu. Lakukanlah itu setiap hendak memasak. Maka akan terkumpul, dan kita bawa ke gereja untuk kita sumbangkan ke panti asuhan. Sederhana, namun cukup bermakna. Demikian juga dengan kaum bapak, ketika duduk di kedai kopi, sisihkanlah sebagian dari uang kopimu untuk persembahan mu. Demikian juga halnya dengan mereka yang masih merokok, ambillah persepuluhanmu dari jumlah uang yang engkau belanjakan untuk rokok itu.
Bisa juga diperuntukkan untuk menolong sudaramu di gereja ini. Jika ada yang membutuhkan, lihat dan berikan itu. Puji Tuhan…