Kamis, 29 Januari 2015

Berkat-berkat Orang yang Mendengarkan Firman Tuhan



Oleh: St. J Nainggolan, MPdk
Nats Amsal 8: 32-36
"Amsal 8:32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah  aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.  8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. 8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan  daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. 8:35 Karena siapa mendapatkan aku, j  mendapatkan hidup,  dan TUHAN berkenan akan dia. 8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya;  semua orang yang membenci aku, mencintai maut."


Amsal 8:32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah  aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.  
Ahir-akhir ini, kerap kita lebih bangga disebut sebagai anak pejabat daripada sebagai anak Tuhan. Dalam nats ini jelas disebutkan, untuk menjadi anak Tuhan harus memenuhi dua syarat. Yaitu:
1.      Mendengarkan Firman Tuhan
2.      Merespon dari apa yang disampaikan oleh firman Tuhan
Anak Tuhan itu sangat sederhana, hanya diminta siap mendengar, membaca, melakukan dan meresponi Firman Tuhan.
Akhir-akhir ini, akan sulit bagi kita untuk mencintai firman Tuhan. Bahkan, anak Tuhan saat ini hanya membaca firman Tuhan tiga kali dalam seminggu. Yang pertama saat ibadah hari Minggu, Ibadah tengah minggu (ibadah keluarga), dan kemudian ibadah STM.
Paling, jika dalam keadaan sakit, maka semakin rajin membaca firman.

Amsal 8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
Dalam nats ini, menggambarkan orang yang tidak mamu main-main dengan Tuhan. Orang yang sungguh-sungguh memberikan dirinya kepada Tuhan.
Jika kita sungguh-sungguh kepada Tuhan, maka kita akan berkata “dunia ini hanya sementara”. Tidak ada yang terlena dengan kesibukan duniawi.
Akan timbul komitmen untuk mempelajari firman, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Untuk itu, kita jangan terlalu banyak meminta namun tidak pernah meminta hikmat dalam menjalani kehidupan ini.
Salomo saja tidak pernah meminta berkat, minta umur panjang, tetapi dia minta hikmat.

Amsal 8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan  daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
                  Digambarkan sebagai orang yang selalu senang dengan persekutuan, memuji Tuhan. Dan orang-orang yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan firman Tuhan.
Jika kita sudah hidup dalam firman, penyakit apapun bisa kita kalahkan.        
          
Amsal 8:35 Karena siapa mendapatkan aku,   mendapatkan hidup,  dan TUHAN berkenan akan dia.
                  Kita diharapkan hidup dalam damai sejahtera, dengan mendapatkan Tuhan melalui Firman. Jika kondiis ini ada dalam kehidupan kita, akan tercipta kebahagiaan. Walaupun tidak dengan materi kita selalu bahagia dan ada damai dalam rumah tangga.

Amsal 8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya;  semua orang yang membenci aku, mencintai maut.

                  Tuhan memberikan pilihan kepada kita, ikut Tuhan Yesus atau tinggalkan Tuhan Yesus. Tetap hidup di dalam tuhan atau hidup didalam kuasa setan.

                  Jika engkau hidup dalam Tuhan, maka hidupmu akan diberkati.

                  Memilih hidup dalam Kristus, harus terlebih dahulu melepaskan kemalasan. Karena dengan kemalasan, semua akan terbengkalai. Akan gagal menjadi anak Tuhan jika ada kemalasan.       
                  Masalah ekonomi adalah perkara kecil bagi Tuhan. Orang mati saja bisa dibangkitkanNYA. Percayalah!!! Amen.

NB: Kotbah di kebaktian tengah minggu di rumah Keluarga D Bukit/ Br Simbolon, Rabu (28/1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar