Oleh: St. J Nainggolan,
MPdk
Nats Amsal 8: 32-36
"Amsal 8:32
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena
berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku. 8:33
Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. 8:34
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari
menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. 8:35 Karena
siapa mendapatkan aku, j mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. 8:36 Tetapi
siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang
yang membenci aku, mencintai maut."
Amsal 8:32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah
aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
Ahir-akhir
ini, kerap kita lebih bangga disebut sebagai anak pejabat daripada sebagai anak
Tuhan. Dalam nats ini jelas disebutkan, untuk menjadi anak Tuhan harus memenuhi
dua syarat. Yaitu:
1. Mendengarkan
Firman Tuhan
2. Merespon
dari apa yang disampaikan oleh firman Tuhan
Anak
Tuhan itu sangat sederhana, hanya diminta siap mendengar, membaca, melakukan
dan meresponi Firman Tuhan.
Akhir-akhir
ini, akan sulit bagi kita untuk mencintai firman Tuhan. Bahkan, anak Tuhan saat
ini hanya membaca firman Tuhan tiga kali dalam seminggu. Yang pertama saat
ibadah hari Minggu, Ibadah tengah minggu (ibadah keluarga), dan kemudian ibadah
STM.
Paling,
jika dalam keadaan sakit, maka semakin rajin membaca firman.
Amsal 8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak;
janganlah mengabaikannya.
Dalam
nats ini, menggambarkan orang yang tidak mamu main-main dengan Tuhan. Orang yang
sungguh-sungguh memberikan dirinya kepada Tuhan.
Jika
kita sungguh-sungguh kepada Tuhan, maka kita akan berkata “dunia ini hanya
sementara”. Tidak ada yang terlena dengan kesibukan duniawi.
Akan
timbul komitmen untuk mempelajari firman, dan semakin mendekatkan diri kepada
Tuhan. Untuk itu, kita jangan terlalu banyak meminta namun tidak pernah meminta
hikmat dalam menjalani kehidupan ini.
Salomo
saja tidak pernah meminta berkat, minta umur panjang, tetapi dia minta hikmat.
Amsal
8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan
daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu
gerbangku.
Digambarkan sebagai orang yang
selalu senang dengan persekutuan, memuji Tuhan. Dan orang-orang yang berbahagia
adalah orang yang mendengarkan firman Tuhan.
Jika
kita sudah hidup dalam firman, penyakit apapun bisa kita kalahkan.
Amsal
8:35 Karena siapa mendapatkan aku,
mendapatkan hidup, dan TUHAN
berkenan akan dia.
Kita diharapkan hidup dalam
damai sejahtera, dengan mendapatkan Tuhan melalui Firman. Jika kondiis ini ada
dalam kehidupan kita, akan tercipta kebahagiaan. Walaupun tidak dengan materi
kita selalu bahagia dan ada damai dalam rumah tangga.
Amsal
8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan
dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.
Tuhan memberikan pilihan
kepada kita, ikut Tuhan Yesus atau tinggalkan Tuhan Yesus. Tetap hidup di dalam
tuhan atau hidup didalam kuasa setan.
Jika engkau hidup dalam Tuhan,
maka hidupmu akan diberkati.
Memilih hidup dalam Kristus,
harus terlebih dahulu melepaskan kemalasan. Karena dengan kemalasan, semua akan
terbengkalai. Akan gagal menjadi anak Tuhan jika ada kemalasan.
Masalah ekonomi adalah perkara
kecil bagi Tuhan. Orang mati saja bisa dibangkitkanNYA. Percayalah!!! Amen.
NB: Kotbah di
kebaktian tengah minggu di rumah Keluarga D Bukit/ Br Simbolon, Rabu (28/1)